Latest Post

Ingin Punya Deposito? Pilih DepositoBPR by Komunal Aja! Rusia Kehilangan Enam Jenderal Militer selama Perang Ukraina, Mantan Bos CIA: Ini Sangat Tidak Biasa

Sekali lagi, Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan ditemukannya varian Omicron hanya masalah waktu saja. Potensinya bahkan terbilang cukup besar. Dicky mengatakan Indonesia bukan negara yang mengisolasi diri. Masih pula memiliki akses penerbangan dengan Afrika. Atau negara lain yang punya akses Afrika.

Sebelum Omicron dinyatakan WHO sebagai varian of concern (VOC), Dicky menyebutkan kemungkinan sudah ada. Ditambah survelen genomocic yang terbatas. Namun menurut Dicky, kalau pun keberadaan Omicron sudah ada di tanah air, tidak perlu dianggap sebuah bencana. Sisi positifnya adalah sebagian besar masyarakat sudah memiliki barrier atau benteng. Setidaknya dari dua sampai tiga bulan kedepan, semenjak dinyatakan negatif setelah terinfeksi.

"Namun hal tersebut tidak jadi andalan. Satu, berita buruknya bahwa sebagian besar berpotensi long Covid 19 yang bisa menurunkan kesehatan mereka," katanya lagi. Dan hal ini bisa mejadi beban bagi negara ini. Setidaknya lima sampai enam tahun kedepan. Situasi ini kata Dicky disebut sebagai tsunami long Covid 19. Di sisi lain, imunitas yang terbentuk dari infeksi Covid 19 tidaklah kuat dan konsisten. Selain itu tidak sekompleks imunitas yang divaksinasi.

Sehingga mereka tetap harus divaksinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.