Latest Post

Ingin Punya Deposito? Pilih DepositoBPR by Komunal Aja! Rusia Kehilangan Enam Jenderal Militer selama Perang Ukraina, Mantan Bos CIA: Ini Sangat Tidak Biasa

Aksi perampokan terjadi di satu gudang distribusi rokok di Kota Solo, Jawa Tengah. Akibat kejadian ini, seorang satpam ditemukan tewas di lokasi kejadian. Korban diduga dihabisi oleh para pelaku.

Sementara kerugian materi berupa uang sebanyak Rp 270 juta digondol. Bagaimana kelengkapan informasi dari kasus ini? Berikut fakta faktanya dirangkum dari , Senin (15/11/2021): Diketahui kasus ini terjadi di Gudang Distributor Rokok yang terletak di Joyatakan, Serengan, Kota Solo.

Perampokan baru diketahui pada Senin (15/11/2021) sekitar pukul 06.15 WIB. Awalnya seorang karyawan gudang dan satpam penganti akan masuk ke lokasi kejadian perkara (TKP). Keduanya mendapati gudang tidak dalam keadaan terkunci.

Saat dicek korban berinisial SU (33) sudah tidak bernyawa. Warga Wonosegoro, Kabupaten Boyolali itu ditemukan dalam posisi terlentang di lantai lobby gudang. Kapolsek Serengan, Kompol Suwanto memberikan keterangannya.

Ia menjelaskan, kondisi korban terdapat luka benda tumpul. Saat ditemukan tergeletak, SU masih berseragam lengkap. "Masih lengkap, keadaan ada luka memar pada wajah dan belakang kepala," ujarnya.

Suwanto menambahkan, diduga korban meninggal di atas jam 02.00 WIB. Biasanya petugas jaga akan melakukan laporan setiap satu setengah jam sekali ke manajemen. Namun, saat itu korban SU sampai pukul 03.00 WIB tidak melapor.

Usai kejadian, pihak kepolisian melakukan oleh TKP. Hasilnya uang sebanyak Rp 270 juta raib dibawa pelaku. Uang itu sebelumnya disimpan di brankas.

"Uang sekitar Rp 270 juta dibawa pelaku, yang terletak di administrasi," imbuh Suwanto. Polisi menduga ada lebih dari satu orang yang melakukan aksi perampokan. Pelaku yang beraksi diduga ada empat orang.

Dugaan itu muncul, lantaran brankas yang ada di gudang tersebut hilang. "Untuk mengangkat brankas itu diperkirakan butuh 4 orang," kata Suwanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.