Latest Post

Ingin Punya Deposito? Pilih DepositoBPR by Komunal Aja! Rusia Kehilangan Enam Jenderal Militer selama Perang Ukraina, Mantan Bos CIA: Ini Sangat Tidak Biasa

Indonesia diproyeksikan akan mengikuti tren industri otomotif global, yakni penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan yang mendominasi mengaspal di jalan raya. Sekretaris Utama Kementerian Investasi Ikmal Lukman menerangkan, di berbagai negara di Eropa, China, Korea Selatan, dan Jepang telah mengumumkan berbagai kebijakan untuk melakukan percepatan mengadopsi teknologi kendaraan listrik. "Ini fenomena global yang mau tidak mau kita harus lalui. Ini challenge buat kita," ucap Ikmal saat menjadi pembicara di Kompas Talks “Electrifying Lifestyle: Peduli Lingkungan melalui Investasi Mobil Listrik”, Rabu (1/12/2021).

Ikmal menyebut, banyak negara menargetkan pada tahun 2030, lebih dari 50 persen memproduksi mobil listrik. Menurutnya, kendaraan listrik akan mendominasi sepuluh tahun mendatang. "Beberapa negara, Eropa, Amerika, China, mereka berlomba lomba, membuat kebijakan yang kondusif bagaimana mendorong tumbuhnya industri mobil listrik dan mendorong penggunaan mobil listrik bagi para penduduknya," tuturnya. Sebab, kendaraan listrik akan berperan penting mencapai nol emisi atau energi bersih di seluruh dunia. "Indonesia menargetkan nol emisi pada 2060," kata Ikmal.

Pemerintah Indonesia, kata Ikmal, tengah berusaha memberikan nilai tambah terhadal sumber daya alam yang ada. "Kita tidak mau hanya mengekspor SDA mentah tapi kita ingin ada peningkatan nilai tambah," tutur Ikmal. Termasuk dalam ekosistem kendaraan dan batre listrik di Indonesia. Menurut Ikmal, Indonesia akan mengambil peran dalam ekosistem mobil listrik.

"Kita mempunyai nikel, kita tidak mau ketinggalan, tidak mau lagi menyuplai bahan baku mentah. Kita bisa memberikan nilai tambah maksimal," ujar Ikmal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.